Seminar Nasional “Strategi Membangun Budaya Literasi Di Era Digital”

Ponorogo,  Kamis 19 April 2018 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Strategi Membangun Budaya Literasi Di Era Digital”. Seminar Nasional ini diselenggarakan di Graha Watoe Dhakon mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB dengan peserta seminar adalah mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo dan ada pula beberapa dari fakultas lain. Sebelum Seminar Nasional dimulai, disampaikan terlebih dahulu Visi & Misi FATIK oleh pembawa acara, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. Secara resmi, Seminar Nasional kemudian dibuka langsung oleh Rektor IAIN Ponorogo, yaitu beliau Dr. Hj. Maryam Yusuf, M.Ag. Dalam pembukaan Seminar Nasional ini, beliau juga memberikan sambutan yang intinya adalah dari adanya seminar ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan dan menambah wawasan intelektual bagi mahasiswa. Sesuai dengan tema seminar ini, beliau menambahkan agar mahasiswa semakin dapat membangkitkan gairah untuk menulis dan mengembangkan literasinya secara baik.

Seminar Nasional resmi dibuka, jalannya seminar dipimpin langsung oleh moderator yaitu Dr. Harjali, M.Ag (Wakil Dekan 3 FATIK). Sebagai moderator, beliau memperkenalkan narasumber Seminar Nasional, yaitu Prof Dr. H. Moh. Khusnuridlo, M.Pd sebagai narasumber pertama dan Dr. Hidayatullah Zarkasyi, MA sebagai narasumber selanjutnya. Sebagai pemantik dari dimulainya seminar ini, Dr. Harjali, M.Ag Menyampaikan bahwa saat ini kita berada di tantangan zaman digital, hampir semua hal sudah tersaji dalam dunia digital, tidak terkecuali adalah literasi. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat yang melek teknologi harus dapat menghadapi tantangan ini.

Penyampaian materi kemudian diawali oleh narasumber pertama, yaitu Prof Dr. H. Moh. Khusnuridlo, M.Pd, beliau merupakan Guru Besar Manajemen Pendidikan IAIN Jember. Dari penyampaian seminar ini, beliau lebih fokus dalam menyampaikan materi “Strategi Membangun Budaya Literasi di Era Digital”. Secara kesimpulan, materi yang disampaikannya adalah Pada mulanya literasi hanya sebuah terma dipahami setiap orang dengan mudah, karena hanya bermakna kemampuan membaca dan menulis.Namun pada saat yang sama, literasi mengemuka sebagai konsep yang terbukti kompleks dan dinamik, terus menjadi bahan interpretasi dan definisi dengan berbagai cara(a multiplicity of ways).

Oleh karena itu, sejumlah strategi patut dikembangkan dalam membangun budaya literasi civitas akademika di era digital ini, baik melalui strategi akademik dan non akademik, antara lain:

  1. Pengembangan PLC di kampus
  2. Pengembangan pembelajaran efektif berbasis integrated curriculum
  3. Pembelajaran berbasis riset (research-based instruction).
  4. Kebijakan afirmatif rekognisi karya ilmiah, diseminasi dan publikasi karya ilmiah digital, peningkatan kapasitas teknologi pembelajaran
  5. Rekonstruksi pusat informasi sebagai sumber belajar
  6. Membangun pusat bahasa, literasi, dan budaya.

Dilanjut oleh narasumber yang kedua, yaitu Dr. Hidayatullah Zarkasyi, MA. Beliau merupakan Dekan Fakultas Humaniora UNIDA Gontor. Dari penyampaiannya, beliau lebih terfokus pada “Budaya Literasi di Perguruan Tinggi Pesantren”. Dari pemaparan beliau, pesantren merupakan satu-satunya lembaga literasi Islam yang dimiliki Indonesia, dan pesantren tempat reproduksi Ulama. Bukti-bukti nyata akan literasi Islam adalah adanya kitab-kitab Turas yang ditulis dari pesantren, dan juga buku sastra, puisi, cerpen, essai selalu muncul dari alumni pesantren.

Seminar Nasional FATIK April 2018